Nissan

https://www.nissan.co.id/ucl-jagonulis.html

Kamis, 25 Agustus 2011

Metroseksual tanda akhir jaman ?


Dua orang Pria yang berdandan trendy, dengan rambut klimis, memakai dasi tengah asik ngobrol disebuah tempat ngopi yang sangat ekslusif dan terkesan sangat mewah. Bayangkan hanya untuk secangkir kopi mereka harus mengeluarkan uang ratusan ribu, padahal kalo kita minum di warteg, mungkin kita bisa dapat 30 cangkir kopi. Sambil diselingi deringan suara Handphone mereka sesekali menoleh ke meja sebelah yang notabene nampak sesosok wanita yang facenya tidaj jauh beda dengan model yang sering keluar di iklan TV. Kemudian mereka berusaha untuk mendekati wanita di meja sebelah, lalu setelah bercakap-cakap kurang dari 10 menit akhirnya mereka bertiga keluar meninggalkan tempat tersebut dengan sebuah mobil mewah seri terbaru keluaran jerman.
Sekilas itulah yang dinamakan Laki-laki metroseksual. Yang menarik, kata itu terbatas digunakan untuk laki-laki. Pengertiannya, kurang lebih, metroseksual adalah laki-laki muda yang punya uang (untuk dihambur-hamburkan), hidup di tengah atau setidaknya dalam jangkauan metropolis-di mana terdapat toko-toko terbaik, klub, butik, pusat kebugaran, salon kecantikan, dan lain-lain. Laki-laki dalam kategori ini tidak harus serta-merta kalangan gay atau homoseksual. Ini bukan urusan preferensi seksual. Laki-laki tersebut bisa saja straight-heteroseksual- namun yang menonjol ia menempatkan dirinya sendiri sebagai obyek cintanya sendiri.
Secara Etimologi pengertian Metroseksual berasal dari kata Yunani, metropolis artinya ibu kota plus seksual. Definisi: sosok narsistik dengan penampilan dandy, yang jatuh cinta tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga gaya hidup urban. Sosok Pria metroseksual di dunia sekatang ini memang bisa mengalahkan popularitas seorang Presiden.

Sebagai contoh adalah David Beckam notabene termasuk pemain sepak bola termahal di dunia. Dia menjadi icon bagi Pria Metroseksual. Bagaimana tidak, dia yang sekatang beristri seorang artis (Victoria Beckam) memang boleh dikatakan sangat sempurna, tampang oke, kaya, terkenal and of course macho. Sangat wajar bila dia jadi icon kaum metroseksual dunia. 

Di dunia film dunia kita mengenal sosok Brad Pitt si Alexis dari Yunani dalam film Troy, yang juga menjadi icon bagi Pria Metroseksual. Brad Pitt dan David Beckham boleh dikatakan mewakili kelompok bintang film dan bintang sepak bola yang metroseksual. Lihat saja penampilan mereka, dandy, klimis, wangi, pakai anting-anting lagi! Mereka—yang bukan gay—ternyata suka belanja barang-barang mewah dan bermerk di butik-butik eksklusif dan merawat diri di pusat kebugaran, spa, dan aroma terapi.

Bagaimana dengan selebritis Indonesia? Saya rasa kita tidak akan sulit menemu­kan selebritis pria dengan ciri-ciri dan penam­pilan seperti di atas. Ferry Salim, misalnya. Dalam suatu acara dia menga­ku memiliki 5000 botol parfum dan 50 kacamata bermacam model dan warna. Yang menarik, bahkan pembicara seminar top tentang marketing, Hermawan Kartajaya, ternyata mengaku ter­tular gaya hidup metrose­ksual. Ketika memberikan cera­mah ilmiah di Universitas Kristen Immanuel, Jogja, dia mengaku, “Saya juga sangat memperhatikan penampilan. Saya pun pakai sabun Dove!”

Dalam sebuah artikel di rubrik Fashion & Style di New York Time, metroseksual didefinisikan kurang lebih sebagai lelaki yang menggemari busana bagus dan benda bagus lain pada umumnya, serta tidak begitu berpretensi sebagai macho. Dia atau mereka tidak harus diasosiasikan sebagai gay, melainkan cowok yang-sebutlah-boleh jadi mengencani cewek-cewek yang tampil dalam pose sexy pada majalah-majalah populer khusus pria (di Indonesia seperti Popular, Male Emporium, atau FHM alias For Him Magazine yang baru terbit versi Indonesia).[2] 

Memang apa yang terjadi sekarang mungkin sangat berbeda jauh dengan apa yang terjadi  di Tahun 70-an atau 80-an. Pada jaman itu cowok yang disebut macho adalah cowok yang berbadan kekar, jagoan dan suka berkelahi, meskipun badannya bau amis, tapi justru disanalah ciri khas cowok. Sementara dijaman sekarang cowok yang berbau amis mungkin hanya bisa kita dapatkan dipasar-pasar tradisional, mikrolet atau terminal. Sementara kalo di kantor-kantor, mall atau tempat gaul lain kita pasti tidak akan pernah menemukan cowok dekil yang berbau amis.

Ketika melihat para penganut metroseksual ini berparade di pusat-pusat mode dunia, di layar perak dan layar kaca, apakah kita lalu begitu saja “mengikuti jejak” mereka? Pertanyaan itu paling pas kita tujukan untuk diri kita sendiri. Apakah kita mau mengikuti arus yang di permukaan atau melakukan ziarah batin ke kedalaman hati kita sendiri?
***

DAVID Beckham tidak lagi hanya terkenal sebagai pemain klub sepakbola Real Madrid yang andal. Kini, ia juga lambang metroseksual. Lambang lelaki yang sangat memperhatikan penampilan sehari-hari. Lelaki yang sangat peduli terhadap kesempurnaan setiap jengkal tubuhnya. Lelaki yang dalam merawat tubuhnya tidak kalah dari perempuan. Memakai parfum, facial, pembersih wajah, pelembap (moisturizer), spa, atau bahkan merawat kuku-kukunya.

"Bumi telah menjadi Venus," kata Hermawan Kartajaya. Kaum lelaki telah berubah menjadi perempuan. Tentu bukan secara anatomis, melainkan dalam sikap dan perilaku. Itulah yang diistilahkan sebagai wo-man, woman oriented man, kaum Adam yang berorientasi Hawa. Kaum lelaki yang konon berasal dari Mars telah berubah seperti perempuan-perempuan yang datang dari Venus.

Metroseksual adalah tren lelaki masa kini. Bukan lagi pria yang macho, yang berotot dan gagah perkasa. Setidak-tidaknya itulah wacana yang berkembang akhir-akhir ini. Tapi jangan dulu salah sangka, metroseksual bukanlah penggambaran laki-laki yang keperempuan-perempuanan alias banci atau waria. Sama sekali bukan! David Beckham tetaplah lelaki tulen, namun kepeduliannya terhadap penampilan seperti wanita.

Dilihat dari sisi marketing, tren itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk menghasilkan produk perawatan khusus bagi laki-laki. Meskipun masih bisa dipertanyakan, jangan-jangan justru tren itu diciptakan (atau tercipta) oleh iklan dan promosi yang gencar dan canggih, sebagai bagian dari kapitalisme global. Bukankah kekuatan kapitalisme global telah mengubah segala-galanya, seperti yang ditengarai Francis Fukuyama dalam The End of History and the Last Man?

Patut dicurigai, sebenarnya kapitalisme globallah yang menciptakan fenomena metroseksual, bukan metroseksual itu yang muncul lebih dulu kemudian diikuti oleh produk-produk yang mendukungnya. Buktinya, relasi antarmanusia yang makin emosional pun antara lain tercipta oleh kemajuan teknologi telepon selular. Orang menjadi makin emosional dengan short message service (SMS). Bukan sebaliknya, SMS itu muncul karena terdorong oleh relasi antarmanusia yang makin emosional.

OKE! Biarlah tren itu tetap berlangsung, toh suatu saat kelak akan berubah lagi. Begini, kalau saat ini lelaki berorientasi perempuan, bukankah itu sebenarnya hanya merupakan gejala yang tidak jauh berbeda dari perempuan yang berorientasi lelaki? Dua puluhan tahun silam, tidak ada perempuan yang memakai celana panjang dan berkaus oblong, karena tidak patut. Ketika itu muncul tren kaum Hawa memakai celana panjang, berkaus oblong, dan berambut pendek. Perempuan berorientasi laki-laki (man-wo - man oriented woman).

Nah! Kalau sekarang para lelaki berorientasi perempuan, dan perempuan berorientasi lelaki. Di dalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa  Itu adalah salah satu tanda akhir zaman. Metroseksual hanyalah bagian dari gejala perkembangan peradaban. Hanya bagian dari kecenderungan bahwa dunia ini menjadi makin abu-abu; makin tidak hitam-putih. Abu-abu itu bukan hanya terjadi pada relasi lelaki-perempuan; ketika keduanya sulit dibedakan, ketika lelaki makin feminim dan perempuan makin maskulin.

Abu-abu terjadi hampir di semua aspek kehidupan. Lihat saja, misalnya, orang mulai sulit membedakan antara korupsi dan komisi, uang suap dan tali asih, studi banding dan piknik, dan seterusnya. Pendek kata, terjadi kekaburan antara yang benar dan yang salah, yang patut dan yang tidak patut, yang baik dan yang buruk. Persis kekaburan antara yang lelaki dan yang perempuan dalam konteks metroseksual.

[1] Ketua Kelas SII kelas E Yisc Al Azhar – Angkatan Juli Tahun 2004
[2] Kompas, 31 Agustus 2003

Jumat, 29 April 2011

Tips membeli mobil bekas


Kendaraan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Teknologi kendaraan juga berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan zaman. Teknologi mesin juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kini kita bisa melihat banyak sekali pameran kendaraan, baik roda dua atau roda empat yang memamerkan kendaraan yang bermesin canggih, interior ekslusif dan tentuany ramah lingkungan.


Biasanya mobil adalah termasuk jenis kendaraan yang boleh dikatakan agak sedikit mewah dibandingkan motor, karena biasanya pembelian mobil dilakukan karena alasan mencari kenyaman atau karena sudah lelah naik motor atau bosen naik angkutan umum.


Tentunya setiap manusia berkeinginan untuk selalu dapat membeli kendaraan yang baru, tapi biasanya ada kendala yang menyebabkan kita pada akhirnya harus membeli mobil bekas atau mobil second.


Ada beberapa hal yang menyebabkan kita harus membeli mobil bekas:
1. Budget/dana yang pas-pasan.
Ini faktor utama yang menyebabkan kita pada akhirnya harus beralih membeli mobil bekas. Dengan dana yang terbatas tapi tetap berkeinginan harus membeli mobil, maka yang paling realistis adalah membeli mobil bekas.
2. Bunga kredit mobil yang tinggi.
Harga mobil baru yang rata-rata diatas 100 juta tentunya menyebabkan kita sulit untuk membeli mobil tersebut dengan cash, mau gak mau harus dikredit selama 3-5th dengan cicilan rata-rata diatas 2 juta. Tapi dengan nilai bunga kredit yang tinggi mau gak mau pada akhirnya kita harus mengalihkan target mobil baru ke mobil bekas.
3. Kasus Recall Mobil Baru
Banyak kasus recal yang melanda merk mobil ternama menyebabkan kita harus berpikir ulang untuk membeli mobil baru karena ternyata mobil baru juga mengalami permasalahan yang sangat terkait dengan keselamatan.


Membeli mobil bekas memang tidak bisa disamakan dengan membeli sepeda bekas atau motor bekas, mobil mempunyai tingkat kerumitan yang tinggi sehingga akan sangat sulit untuk bisa menilai apakah mobil bekas yang akan kita beli betul betul dalam kondisi yang terbaik dan layak untuk dipakai.

Ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan untuk memulai searching mobil bekas yang jadi idaman dan tentunya dalam kondisi prima,
1. Sesuaikan harga mobil dengan budget yang kita miliki, jangan memaksakan untuk membeli mobil bekas yang diatas budget yang ada, karena pada saat kita membeli mobil bekas maka kita harus menyiapkan budget untuk perawatan awal.
2. Jangan pernah tergiur untuk membeli mobil di dealer mobil bekas yang katanya mobil tersebut sudah di up grade sehingga dalam kondisi prima. Tidak ada jaminan bahwa mobil bekas yang dibeli di dealer selalu dalam kondisi prima, malah banyak pula justru dealer mobil bekas tersebut mengganti beberapa item yang original dan malah diganti oleh pihak dealer karena ingin mendapatkan untung yang berlebih.
3. Ajak lah teman/saudara yang benar benar paham dengan mobil dan sudah lama mempunyai mobil dan juga paham tentang cara merawat mobil. Jangan pernah mengajak teman/saudara yang tidak paham mobil apalagi bila kita juga tidak paham mobil. Bila teman/saudara yang paham mobil tidak ada, maka alternatif terakhir adalah mencari bengkel yang bisa dipercaya untuk mengecek mobil yang akan kita beli.
4. Bikin list pengecekan mobil yang bisa di download di internet, biasanya tabloid otomotif sering memberikan list standar pengecekan mobil bekas atau bisa juga di download di web/blog group otomotif.
5. Cerewet ketika memeriksa kondisi mobil. Pada saat pengecekan mobil bekas, diusahakan agar kita banyak bertanya dkepada sang pemilik mobil terkait dengan surat mobil, perawatan mobil, trouble, dan lain lain. Bila si pemilik mobil menjawab tidak  jujur maka lebih baik kita urungkan niat untuk membeli mobil tersebut karena pastinya mobil tersebut bermasalah sehingga harus di jual.
6. Diusaahakan agar list pengecekan di bagi menjadi 3 bagian, yaitu mesin, ekserior dan interior. Bila memungkian kita bisa membagi tugas pengecekan tersebut kepada teman/saudara yang kita ajak untuk pengecekan tersebut.
7. Jangan lupa meminta buku perawatan atau list ganti oli  untuk mengecek sejauh mana pemilik mobil  peduli dan serius merawat mobilnya.
8. Jika hasil penilain pengecekan mobil tersebut hampir 75% kondisi bagus, maka mobil tersebut pantas direkomendasilkan untuk di beli dengan terlebih dahulu mencari mobil pembanding.
9. Diusahakan agar sebelum mobil tersebut positif dibeli, maka akan lebih  baik bila dicek juga oleh bengkel kepercayaan/kenalan kita untuk memastikan bahwa analisa kia sudah benar. Jangan lupa juga untuk mengecek ke samsat perihal surat-surat mobil tersebut.


Apa yang harus kita lakukan  setelah membeli mobil bekas?
1. Minta bengkel untuk service ulang dan mengganti item onderdil yang memang harus diganti.
2. Ganti oli, saringan oli, minyak rem, oli power steering, oleh perseneling dengan oli yang rekomen untuk mobil tersebut.
3. Cek kaki-kaki dan segera di spooring dan balancing
4. Service AC ke bengkel langganan untuk dibersihkan
5. Bawa mobil ke salon mobil untuk dibersihakan body mobil, intrerior dan eksterior agar mobil kita kembali  bersih seperti mobil.
6. Bergabung dengan milis club yang sesuai dengan mobil kita untuk menambah ilmu perawatan mobil atau bila memungkin bergabung dengan club mobil tersebut untuk menambah wawasan dan ilmu ttg mobil yang kita punya.atau rajin mencari info ttg tips merawat mobil.
7. lengkapi peralatan bengkel agar kita siap untuk mandiri merawat mobil sendiri



Semoga info tersebut bermanfaat.

Rabu, 30 Maret 2011

Investasi Masa Depan Buah Hati

Tahun 2006 ketika anak pertama saya lahir, rasa bahagia, bangga dan haru menyelimuti kami sebagai pasangan muda yang genap dua tahun menikah.

Anak pertama kami yang bernama Hanif Muhammad Aqeel lahir dengan kondisi kami yang hidup serba berkecukupan, artinya hanya cukup beli nasi, hanya cukup ngontrak rumah, hanya cukup kredit motor dan tentunya hanya cukup untuk beli susu yang tidak terlalu mahal dan ditambah ASI yang ternyata memberikan manfaat yang luar biasa terhadap tumbuh kembang buah hati kami.

Hidup di Jakarta yang notabene kota Metropolitan memang terbilang boros diongkos, tidak ada yang gratis, semua harus pake doku yang tentunya bila dibandingkan dengan di kampung sangat jauh perbandingannya. Uang makan 15 ribu hanya untuk sekali makan, kalo dikampung tentunya bisa untuk dua kali makan. 

Tapi itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berikhtiar membesarkan anak kami hingga menjadi anak yang soleh, berbakti kepada orang tua, pintar, cerdas dan tentunya punya masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Tentunya hal itu harus dibarengi dengan semangat jihad mencari rizki yang halal agar bisa membesarkan anak kami dan bisa menyekolahkan anak kami hingga pendidikan yang tertinggi.

Orang tua kami selalu memberikan petuah bijak agar anak kami pendidikannnya harus melebihi apa yang diberikan orang tua kami. Kalo orang tua kami bisa menyekolahkan sampai S1, maka kami berkewjiban untuk menyekolahkan anak kami sampai S2. Cita-cita yang luar biasa, yang tentunya didambakan oleh semua orang tuanya, karena ilmu dan pendidikan adalah warisan yang tidak ternilai harganya dan akan dibawa hingga akhir usia. Selain itu, ilmu dan pendidikan akan selalu memberikan kesuksesan yang lahir dari hasil penimbaan ilmu yang didapatkan dari pendidikan formil ataupun non formil.

Kini, usia anak kami telah menginjak usia 5 tahun dan kami pun Alhamdulilah tidak mengontrak rumah lagi karena sudah mempunyai rumah RSSSSSSS (Rumah Sangat Sempit Sekali Sehingga Saya Sulit Senyum) di pinggiran Ibu Kota Jakarta tepatnya di daerah tangerang. 

Tentunya, di usia yang lima tahun tersebut, seperti lazimnya anak anak sekarang, maka ada semacama keharusan untuk memasukan anak kami ke TK dengan tujuan agar anak kami bisa belajar sambil bermain dan agar anak kami bisa bersosialisasi mencari teman sebaya. Meskipun memang memasukan anak ke TK bukanlah suatu kewajiban, tetapi ternyata saat ini TK adalah semacam batu loncatan agar anak bisa mudah masuk SD, karena ternyata untuk masuk SD ada tes seleksi sehingga untuk memasukan anak ke SD harus lulus tes terlebih dahulu, apalagi bila kita ingin memasukan anak kita ke SD yang favorit.  

Untuk masuk TK pun ternyata biaya yang harus dikeluarkan tidaklah murah, dan itu disesuaikan dengan fasilitas dan tingkat kualitas dari masing-masing lembaga pendidikan. TK dengan tingkat kualitas terbaik tentunya biaya nya juga tidak sedikit karena memang itu sudah disesuaikan dengan fasilitas dan kualitas yang akan didapatkan oleh anak didik, meskipun memang tidak ada jaminan bahwa anak yang disekolahkan di TK yang berkualitas dan mahal akan menghasilkan anak yang cerdas dan pintar karena banyak juga anak-anak yang justru tidak masuk TK malah lebih pintar dibandingkan dengan anak yang masuk TK. Tentunya orang tua mempunyai peranan yang sangat vital untuk mengarahkan anaknya hingga menjadi anak yang pintar, cerdas, pandai dan tahu sopan santun alias tidak nakal berlebihan. 

Bisa dibayangkan bila dengan biaya masuk TK yang mahal, maka yang mungkin jadi pertanyaan kita apakah kita sanggup menyekolahkan anak kita hingga S2? jawabannya jelas ya dan tidak, karena biasanya kalo untuk sekolah anak, orang tua akan mengorbankan apapun agar anaknya bisa sekolah, sungguh sangat luar biasa. Banyak orang tua yang pada akhirnya harus meminjam uang ke Bank demi agar anak nya bisa sekolah atau bisa kuliah, padahal pendapatan bulanan orang tuanya tidak cukup untuk membiayai sekolah anaknya tersebut tapi ternyata pada akhirnya Alloh SWT selalu membantu memudahkan orang tua yang mencari rizki untuk anaknya.

Biaya pendidikan yang mahal memang menjadi semacam PR besar buat bangsa kita, program pendidikan 9 tahun yang katanya gratis ternyata masih belum bisa menyentuh semua kalangan masyarakat karena ternyata meskipun gratis tapi tetap masih ada saja biaya tambahan yang harus dibayar orang tua. Apalagi bila sekolah di swasta, maka 100% orang tua harus siap merogok kocek yang lebih dibanding sekolah negeri.

Lalu bagaimana agar kita bisa mensiasati agar pas anak sekolah kita punya biaya? tentunya menabung adalah bagian yang harus menjadi kewajiban bagi orang tua. Menabung tidak hanya identik dengan Bank tapi juga bisa lewat asuransi pendidikan yang sesuai dengan budget yang kita miliki agar suatu saat bila anak kita masuk sekolah minimal tidak terlalu memberatkan budget yang telah ada. 

Tentunya bila kita bisa berhasil melewati fase itu maka menyekolahkan anak bukanlah pekerjaan sulit, memang perlu kerja keras agar kita selaku orang tua benar-benar bisa memberikan warisan ilmu dan pendidikan untuk anak-anak kita agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik dan tentunya lebih menjanjikan. Insya Alloh niat baik akan selalu dimudahkan oleh Alloh SWT, jangan menyerah karena hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti.