Pada hari kamis tanggal 5 Juli 2007, selepas kerja sekitar jam 19, saya masih bermain-main dengan anak saya yang berumur 10 bulan. Dia biasanya tidur selepas adzan isya setelah dikasih ASI sama bundanya.
Tapi hari itu anak saya gelisah dan tidak bisa tidur, badannya terus saja berguling-guling sambil sesekali berteriak, setelah 15 menit kemudian dia menangis cukup keras, saya dan istri terkaget-kaget, tidak biasanya anak saya seperti ini. Kayaknya kesakitan banget. Akhirnya saya buka celana dan pampers nya, dan benar saja hernianya turun, sedih, bingung, kaget, semua bercampur jadi satu. Saya dan istri bingung apa yang harus dilakukan. Akhirnya saya segera berinisitaif berangkat ke dokter sebelah yang berpraktek tidak jauh dari rumah kontrakan kami di jl nanas, utan kayu.
Setelah meminta kpd pasien lain untuk memohon agar kami menyela dahulu, akhirnya anak kami pun dicek sama dokter masfar, dan begitu dokter masfar melihat hernia anak saya kontan beliau bilang " Mas ini harus segera dibawa ke UGD, cepat dioperasi", "bawa saja
ke Cipto disana biayanya gak terlalu mahal".
Mungkin dokter itu tau kalo kami bukan anak probo sutejo atau cucu dari link cendana, jadi beliau merekomendasikan kami untuk ke Cipto, karena memang saya pun hanya punya askes sosial sebagai fasilitas dari negara untuk pelayanan kesehatan bagi kami para PNS.
Akhirnya tanpa berpikr panjang kami pun berangkat ke Cipto dengan memakai taxi express yang tarif lama kami pun sampai di UGD Cipto.
Begitu sampai saya langsung tanya ke informasi mengenai penyakit hernia anak saya dan harus diarahkan kemana, Dokter di informasi menyuruh kami ke UGD Bedah, kami pun segera membawa anak kami ke sana, dan disana langsung dicek oleh seorang dokter muda dan satu orang dokter co-ass, tapi begitu diliat hernia anak saya memang waktu pas lagi tidak turun maksimal, jadi tidak keliatan besar.. lalu saya jelaskan bahwa kalo nangis hernianya akan turun lagi dan membesar, tapi dokter muda tsb menjelaskan bahwa ini blm terlalu emergency, lebih baik dibawa ke poliklinik anak saja besok pagi.
Begitu sampai saya langsung tanya ke informasi mengenai penyakit hernia anak saya dan harus diarahkan kemana, Dokter di informasi menyuruh kami ke UGD Bedah, kami pun segera membawa anak kami ke sana, dan disana langsung dicek oleh seorang dokter muda dan satu orang dokter co-ass, tapi begitu diliat hernia anak saya memang waktu pas lagi tidak turun maksimal, jadi tidak keliatan besar.. lalu saya jelaskan bahwa kalo nangis hernianya akan turun lagi dan membesar, tapi dokter muda tsb menjelaskan bahwa ini blm terlalu emergency, lebih baik dibawa ke poliklinik anak saja besok pagi.
