Nissan

https://www.nissan.co.id/ucl-jagonulis.html

Rabu, 03 Desember 2014

I Lived

I Lived

Pertama melihat video klip lagu ini
perasaan haru tidak tertahankan

Tidak terasa mata sudah berkaca-kaca
Sedih, haru, bahagia bercampur menjadi satu
Hanya satu yang diingat anak kami Hanif Muhammad Aqeel

Cerita dalam video klip "I Lived" - One Republic ini hampir sama
dengan cerita yang dialami oleh anak kami  Hanif Muhammad Aqeel

Aqeel sejak kecil sudah menderita asma
Ketika usia 8 bulan harus di operasi hernia
Usia 3 tahun operasi sirkumsisi
Usia 4 tahun  asma
Usia 6 tahun Usus Buntu

Sulit kami membayangkan apa yang terjadi pada waktu itu
Hanya satu yang kami minta dari Allah SWT biarkan anak kami Hidup

Kami pun berjuang sekuat tenaga agak anak kami Hanif Muhammad Aqeel
Terus dapat ikut bermain, berlari, berenang seperti anak normal lainya

Apapun yang dia mau dan minta pasti kami berikan
Yang terpenting dia bahagia, senang, senyum

Kami ingin dia dapat berlari, melompat, berteriak,
Kami ingin dia tidak sakit
Kami ingin dia dapat melakukan apapun yang dia mau dan dia suka
Tanpa ada rasa sakit

Kini usianya menginjak 9 tahun
Kami selalu menjaga agar dia selalu sehat
Aktifitas bermain apapun dapat dia lakukan saat ini
Sepak Bola, Panjat Dinding, Badminton, Renang, Drum band, Sepeda
Semuanya dapat dia lakukan

Terima Kasih kepada Mu Ya Rabb atas nikmat sehat
Yang telah Kau berikan pada anak kami

 =====================
 
 "I Lived"

Band : One Republic 
>>> https://www.youtube.com/watch?v=z0rxydSolwU
[Verse 1]
Hope when you take that jump
You don't fear the fall
Hope when the water rises
You build a wall

Hope when the crowd screams out
They're screaming your name
Hope if everybody runs
You choose to stay

Hope that you fall in love
And it hurts so bad
The only way you can know
Is give it all you have

And I hope that you don't suffer
But take the pain
Hope when the moment comes
You'll say...

[Chorus]
I, I did it all
I, I did it all
I owned every second
That this world could give
I saw so many places
The things that I did
Yeah, with every broken bone
I swear I lived

[Verse 2]
Hope that you spend your days
But they all add up
And when that sun goes down
Hope you raise your cup

I wish that I could witness
All your joy and all your pain
But until my moment comes
I'll say...

[Chorus]
I, I did it all
I, I did it all
I owned every second
That this world could give
I saw so many places
The things that I did
Yeah, with every broken bone
I swear I lived

[Bridge]
Whoa
Whoa
Whoa
Oh
Oh
Yeah, with every broken bone
I swear I lived
Yeah, with every broken bone
I swear I lived

[Chorus]
I, I did it all
I, I did it all
I owned every second
That this world could give
I saw so many places
The things that I did
Yeah, with every broken bone
I swear I lived

[Outro]
Whoa
Whoa
Whoa
Oh
Oh


Selasa, 01 April 2014

MENABUNG UNTUK MASA DEPAN KELUARGA






Kebiasan menabung bukanlah hal baru bagi saya dan keluarga. Sejak saya sekolah SD sampai kuliah kebiasan menabung ini memang terus dan selalu saya lakukan.

Ketika saya SD, di sekolah saya SDN 3 Purbaratu Tasikmalaya, murid diwajibkan untuk menabung dan ketika kenaikan kelas hasil tabungan tersebut akan dibagikan sehingga ketika kenaikan kelas, maka hampir semua siswa dan orang tua seolah olah mendapatkan rizki yang tidak terduga-duga karena tabungannya dibagikan padahal itu sebenarnya karena kita para siswa rajin menabung. Meskipun mungkin nabungnya tidak seberapa tapi karena ditabung secara kontinyu selama setahun maka hasilnya pun luar biasa.

Ketika menginjak SMP (SMPN 2 Tasikmalaya) hal tersebut masih dilakukan tetapi ketika SMA (SMAN 1 Tasikmalaya) saya akhirnya mulai mengenal kartu ATM dan BANK. Beberapa teman-teman di dompetnya telah membawa kartu ATM dan bagi kami waktu itu sungguh keren terlihat di dompet bila ada banyak kartu ATM meskipun sebenarnya mungkin isinya tidak seberapa.

Kebiasan menabung ini terus saya lakukan hingga di bangku kuliah. Tiap bulan orang tua saya selalu mengirimkan uang jajan untuk biaya hidup selama satu bulan yang dikirimkan melalui Bank dengan sistem transfer.

Uang tersebut secara otomatis tidak saya ambil semua tetapi diambil bertahap sesuai kebutuhan, meskipun kadang kala sebelum habis bulan, uang di kartu ATM sudah habis tidak tersisa dan jalan alternatif adalah menggadaikan barang elektronik ke pegadaian untuk menyambung hidup.

Dalam benak saya waktu itu tidak terpikirkan sedikitpun untuk menabung untuk masa depan. Menabung waktu itu hanya sebatas menyimpan uang saja tanpa target yang jelas.

Kini ketika saya telah bekerja dan berkeluarga, mulailah saya berpikir untuk menabung bukan dengan cara konvensional yang hanya menabung tanpa tujuan yang jelas ataupun hanya menabung untuk menyimpan uang saja.

Saya mulai memikirkan tentang masa depan anak saya yang lambat laun mulai beranjak dewasa.

Dengan nilai mata uang yang semakin kecil dan angka inflasi yang cukup signifikan, maka saya berpikir akan sulit bagi saya untuk bisa menyekolahkan anak saya di bangku Universitas terbaik apabila saya tidak mulai memikirkan biaya kuliah anak saya sejak dini.

Senin, 24 Maret 2014

Pak Har yang saya kenal



Pak Har yang saya kenal

Sejak awal saya menjadi pegawai MK Tahun 2003 hal pertama yang selalu saya ingat dari Pak Har adalah lambaian tangan dan senyuman beliau ketika kita para pegawai menyapa dan menegur beliau ketika kita berpapasan. Baik ketika beliau datang ke kantor ataupun pulang dari kantor ataupun ketika berpapasan.

Meskipun saya tidak pernah melayani secara langsung Bapak harjono ketika beliau menjabat sebagai Hakim MK tetapi secara emosional saya merasa dekat dengan beliau karena sebagai Panitera Pengganti memang tugas utamanya adalah membantu bapak/ibu hakim untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara konstitusi.

Pak Har menjadi satu-satunya hakim yang genap dua periode menjadi hakim konstitusi. Beliau bersama-sama dengan bapak-bapak hakim perintis telah menancapkan sistem yang baik guna mewujudkan peradilan MK yang modern dan terpercaya. Hakim periode selanjutnya hanya meneruskan sistem yang sudah ada yang memang sudah berjalan baik.

Pak Har adalah sosok hakim yang jenius, beberapa kali saya ikut pembahasan Rapat Permusyawaratan Hakim, baik ketika era hakim perintis dibawah kepemimpinan Pak Jimly, ataupun periode kedua dibawah kepempinan Pak Mahfud MD dan era kepemimpinan Pak Akil serta Pak Hamdan, beliau selalu siap untuk memuntahkan segenap keilmuannya pada saat pembahasan sebuah perkara. 
Pemaparan konstitusional yang tajam, menukik disertai dengan segudang teori hukum menjadi ciri khas Pak Har dalam setiap pembahasan perkara di RPH. Sungguh akan terasa sangat hambar apabila Pak Har tidak hadir dalam RPH karena analisa yang tajam terkait perkara tersebut juga akan hilang padahal kematangan berpikir dan pemetaan permasalahan konstitusional jelas sangat diperlukan untuk memutus sebuah perkara di MK