Nissan

https://www.nissan.co.id/ucl-jagonulis.html

Kamis, 19 Maret 2015

MENGAPA ANAK BERBOHONG?



Ada kalanya kita akan menemukan bahwa anak kita berbohong atau tidak jujur.

Pada suatu saat kita akan menemukan anak kita ternyata berbohong.
 
Pada awalnya pada saat kita menemukan bahwa anak kita berbohong maka kita selaku orang tua akan berusaha agar anak kita bicara jujur dan tidak berbohong tetapi setelah anak kita bicara jujur, kita selaku orang tua pada akhirnya tetap menghukum anak kita dan memarahi anak kita karena dia telah berbohong.

Kebiasaan memarahi dan menghukum anak kita pada akhirnya membuat anak kita menjadi takut untuk bicara jujur sehingga pada akhirnya anak kita akan berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dan mengatakan bahwa dia tidak berbohong, semakin keras kita menekan anak kita untuk jujur maka anak kita pun akan bertahan untuk mempertahankan kebohongannnya.

Lalu yang menjadi pertanyaan kita selaku orang tua adalah mengapa anak kita berbohong dan takut untuk bicara jujur?

MENGAPA KITA HARUS SABAR?







Ketika kita mengalami kesulitan apapun di dunia ini sepatutnya kita harus bersabar.

Tentunya kita tidak perlu bersabar apabila kita menemukan kesenangan.

Kita harus sabar apabila kita ditimpa kemarahan dan ketika terjadi sesuatu yang salah atau tidak tepat.

Lalu apa jawaban Allah SWT atas kesulitan yang kita alami?

Allah SWT meminta kita untuk bersabar
Allah SWT akan memberikan ucapan selamat bagi kita yang bisa bersabar
Kita sebagai umat beragama akan menyikapi hal berbeda terhadap setiap permasalahan yang kita hadapi.

Akan tetapi seharusnya hanya ada satu target utama bagi kita saat menghadapi permasalahan/atau musibah yaitu kita harus selalu bersabar.

Apabila kita berhasil bersabar dalam setiap permasalahaan atau cobaan yang kita hadapi maka Allah SWT akan memberikan ucapan selamat kepada kita. 

Setiap umat manusai pasti mempunyai tujuan hidup yang berbeda-beda dan itu tergantung dari tujuan kita ketika kita berada di dunia.

Tetapi bagi Allah SWT salah satu alasan  yang utama kita ada di dunia adalah agar kita belajar untuk bersabar.

Apabila kita berhasil melewati setiap permasalahan di dunia ini dengan sabar, maka Allah SWT akan memberikan selamat kepada kita karena telah berhasil melewati masa sulit dengan bersabar.

Apapun yang kita dapatkan di dunia ini semuanya adalah pemberian dari Allah SWT.

Jadi apabila kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan di dunia ini maka seharusnya itu tidak menjadi masalah buat kita karena sebenarnya apa yang kita inginkan memang bukan milik kita.

Semua panca indera kita adalah pemberian dari Allah SWT.

Terapi Krisis Akhlak Mulia

"keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia"

kalimat tersebut sangat jelas tertulis dalam Konstitusi kita (UUD 1945) yang merupakan hasil amandemen yang keempat UUD 1945.

Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 : "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang"

Bila kita telusuri kata iman, takwa dan akhlak dalam UUD 1945 ternyata memang hanya ada satu kata dan hanya terdapat dalam Bab XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan.

Bab XIII hanya terdiri atas 2 pasal dan 7 ayat. Pasal 31 membahas tentang pendidikan dan Pasal 32 membahas tentang Kebudayaan.

Bila kita membaca secara seksama ayat demi ayat dan kata demi kata dalam Bab tersebut sungguh akan membuat kita tertegun dan terpana karena begitu sangat dalam makna dalam Bab tersebut.

Pasal 31 ayat (1) menyatakan "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan". Pasal ini jelas sangat meyakinkan kita semua bahwa siapapun warga negara Republik Indonesia dari sabang sampai merauke , kaya atau miskin, hitam atau putih berhak mendapat pendidikan.

Pemaknaan terhadap pasal tersebut sudah ditafsirkan oleh Mahkamah Konstitusi dalam putusan perkara Nomor  012/PUU-III/2005 dalam perkara pengujuan UU APBN 2005, dalam putusannya Mahkamah menafsirkan pasal tersebut sebagai berikut: